Sepatu Kets Murah

21.30 Add Comment

informasi mengenai Sepatu KetsSepatu Kets Wanita ini diproduksi oleh BETA SEPATU, Salah satu brand fashion asal kota Malang.  Wanita ini memiliki 5 pilihan ukuran, yaitu :
Bahan   : SUEDE+AKSESORIS HITAM
Ukuran : 36,37,38,39,40
*Produk ini di Persembahkan Oleh Betasepatu.com

Jika anda Ingin Belanja Sepatu Kets Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Sepatu Kets Wanita

21.28 Add Comment


Informasi mengenai Sepatu Kets
Sepatu Kets Wanita ini diproduksi oleh BETA SEPATU, Salah satu brand fashion asal kota Malang.  Wanita ini memiliki 5 pilihan ukuran, yaitu :
Bahan   : SUEDE+AKSESORIS HITAM
Ukuran : 36,37,38,39,40
*Produk ini di Persembahkan Oleh Betasepatu.com

Jika anda Ingin Belanja Sepatu Kets Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Sepatu Boots Kulit

21.25 Add Comment


Informasi mengenai Sepatu Boots Shoes
Sepatu Boots Wanita ini diproduksi oleh BETA SEPATU, Salah satu brand fashion asal kota Malang. Sepatu Boots Wanita ini memiliki 5 pilihan ukuran, yaitu 36, 37, 38, 39, 40. Dengan desain warna yaitu sesuai dengan gambar.
Kode:E A71
Brand: BETA SEPATU
Kategori: SEPATU BOOTS
Harga: Rp. 220.000
*Produk ini di Persembahkan Oleh Betasepatu.com

Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Mengenal Sejarah Sepatu Boot Wanita

21.20 Add Comment

Sejarah Sepatu Boot – Sepatu jenis ini rupanya sudah berumur ratusan tahun. Sepatu ini diciptakan dari sebuah kebutuhan yang mendesak. Menurut sejarah, Sepatu Boot pertama kali dibuat pada tahun 1200. Yang menciptakan sepatu tinggi ini adalah bangsa Mongolia. Geografis Mongolia yang dekat dengan kutub utara, menjadikan suhu udara di sana membeku. Agar kaki terlindungi dari udara dingin, maka orang Mongol membuat sepatu yang terbuat dari bulu Yak / sejenis sapi dari Mongolia. Dipilih bulu binatang karena memberikan efek hangat. Dengan mengenakan sepatu yang menyelimuti seluruh kakinya, mereka bisa berjalan mengarungi salju.

Sepatu Boot tidak luput dari pandangan para penggila fashion. Kalangan selebritas dan desainer sepatu dunia mulai melihat boots dari kaca mata fashion dan art. Alas kaki yang satu ini bisa menambah kesan tough dan dare to be different bagi pemakainya. 

Kesan itu tertangkap mungkin ketika melihat para pekerja tambang yang gagah dan tidak takut pada apapun yang dipijaknya, apakah batu keras atau lempengan besi panas. Sepatu Boot beda karena memang menyimpan keunikan sendiri saat dipadukan dengan busana dan aksesoris yang dikenakan. 

Sepatu Boot dalam Fashion 

Dalam dunia fashion, Sepatu Boot bukanlah sepatu boot yang asli melainkan sepatu yang telah dimodifikasi sedemikian rupa dan tren pada musim-musim tertentu seperti musim semi dan musim gugur di mana angin bertiup sangat kencang.

Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Awal Mula Toko Sepatu

21.08 Add Comment
 

Sepatu, tas, jaket, atau dompet dari bahan suede bukanlah hal baru lagi di dunia fashion. Cirinya, bahan suede sekilas mirip beludru karena memiliki bulu-bulu halus pada permukaannya. Istilah suede pertama kali digunakan di Perancis yaitu gants de Suède, yang berarti sarung tangan dari Swedia.
 
Merawat bahan suede ini tergolong gampang-gampang susah. Apalagi jika ada kotoran yang menempel di permukaannya. Nah, kali ini kami akan membahas cara membersihkan suede dari permen karet yang menempel. Bagaimana sih, caranya?
 
Agar tak meninggalkan noda permen karet, letakkan sepatu suede anda dalam freezer. Agar tidak menimbulkan rasa jijik, anda bisa membungkusnya dengan plastik dan melubangi bagian yang terkena permen karet. Freezer berguna untuk membekukan permen karet agar nantinya mudah dilepas.
 
Setelah beku, kikis perlahan permen karet dengan sendok atau pengoles margarin. Jangan gunakan pisau karena dapat merusak kulit sepatu Anda.
 
Bersihkan sisa-sisa permen karet dengan karet penghapus khusus bahan suede. Akhiri dengan sikat berbulu halus untuk membuat sepatu suede Anda kembali bersih seperti semula.
 
Mudah bukan?
 
Jangan lupa membersihkan sendok atau pengoles margarin setelah digunakan untuk membersihkan sepatu Anda, ya!Ingin membeli sepatu model terbaru dari bahan suede? Yuk, belanja di Bukalapak.com. Situs jual beli online mudah dan terpercaya.
 
Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Mengenal Jauh Wedges Wanita

21.05 Add Comment



Awal Sejarah Adanya Sepatu Wedges di Dunia – Di dunia fashion saat ini sepatu model wedges sangat diminati akhir-akhir ini. Dari mulai muda,wanita karir,sosialita, mahasiswi bahkan sampai yang tua banyak menggunakan sepatu jenis wedges. 

Sebenarnya kamu tahu tidak bahwa sepatu model wedges ini sudah ada sejak lama itu dimulai tahun 1937 ketika pembuat sepatu kenamaan, Salvatore Ferragamo menciptakan sepatu revolusioner. Sepatu ini memiliki sol tebal yang membentuk segitiga, dengan bagian depan (jari-jari) kaki di bagian paling rendah.
Di masa perang, Ferragamo terpaksa mencari benda untuk membuat sepatunya, karena pada zaman itu tidak banyak bahan sepatu umum yang bisa didapat. Akhirnya, ia mendapat ide untuk membuat sepatu dengan sol yang terbuat dari semacam gabus. Hingga kini, idenya terus berjalan. 

Sementara sepatu platform, yakni jenis sepatu dengan bagian sol di bawah jari-jari menebal dan hak yang tebal, tetapi tidak menyatu dengan sol depan, diperkenalkan oleh Roger Vivier.
Ia menciptakan jenis sepatu ini di tahun 30-an, dan populer sejak desainer Elsa Schiaparelli menunjukkannya sebagai pelengkap desain busananya pada tahun 1939. 

Kedua sepatu ini, seperti jenis fashion lainnya, mengalami pasang-surut tren. Untuk membuatnya digemari, begitu banyak modifikasi dilakukan oleh desainer untuk membuat sepatu-sepatu ini kembali laku di pasaran.
Sebagai investasi, beli sepatu platform atau wedges dengan bentuk yang paling Anda sukai dan bisa dikenakan beberapa kali, karena sejak diciptakan, kedua jenis sepatu ini selalu naik kembali. Bahkan wedges, akan selalu hip di musim panas, terutama dengan sol sepatu dari bentuk gabus dan bagian atas tali-temali cantik atau jenis espadrilles (wedges dengan sol berbungkus tali tambang).
 
Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU

Mengenal Sejarah Flat Shoes

21.03 Add Comment

Sejarah Flat Shoes merupakan proses perkembangan sepatu yang sangat panjang dalam fungsi dasarnya sebagai alas kaki, status sosial sampai menjadi perangkat fashion.
Sejarah flat shoes atau sepatu hak datar dimulai ketika manusia berjalan dan telapak kakinya tertusuk benda tajam, entah berapa ribu tahun yang lalu dan di dunia bagian mana. Sejak saat itu sepatu menjadi bagian mutlak dari kebutuhan manusia, meskipun sekarang manusia sudah berjalan di atas lantai keramik atau karpet. Sejarah sepatu juga identik dengan sejarah flat shoes, karena jenis sepatu yang menggunakan hak baru dipakai setelah memasuki tahun Masehi.
Dalam sejarahnya selama berabad-abad model sepatu flat tidak mengalami perubahan secara signifikan. Selain selalu terbuka kemungkinan ditemukannya sepatu flat yang berusia lebih tua dari Areni-1, di masa depan juga tersedia ruang tak terbatas untuk pengembangan model, style dan aplikasinya. Selama berabad-abad pula popularitas sepatu flat mengalami pasang surut, sehingga lebih mudah dipahami jika sejarah sepatu flat shoes dibagi menjadi beberapa periode.
Bagaimana sejarah flat shoes sejak 5.500 tahun yang lalu hingga prediksinya di masa depan ?

Membagi sejarah flat shoes menjadi beberapa periode berdasarkan kurun waktu dan perkembangannya (meskipun hal ini belum pernah dilakukan) setidaknya akan bisa memberikan gambaran yang lebih sederhana untuk memahami eksistensi sepatu flat sebagai bagian dari sejarah umat manusia.
Tahun 3.500 SM yakni dimulainya sejarah sepatu bisa berubah sesuai dengan penemuan arkeologi terbaru. Jika sebelumnya sejarah mencatat bahwa sepatu pertama mulai diciptakan sekitar tahun 1600-1200 SM di Mesopotamia, ternyata fakta sejarah itu harus dikoreksi setelah pada September 1991 ditemukan sepatu Otzi di Ötztal, Alpen. Sepatu tersebut sudah digunakan sekitar tahun 3.300 SM.
Hanya selang beberapa tahun kemudian, yakni pada tahun 2008 sebuah penggalian arkeologi di Armenia menemukan Areni-1 yang berdasarkan uji radiokarbon ternyata sepatu kulit tersebut sudah digunakan pada tahun 3.500 SM, lebih awal 200 tahun dari Otzi. Untuk saat ini, penemuan Areni-1 ini menjadi tonggak dimulainya sejarah sepatu flat dalam kurun waktu sampai awal Tahun Masehi.
Memasuki tahun Masehi perkembangan sepatu flat tidak lagi hanya ditentukan oleh fungsinya sebagai alas kaki, tetapi juga aspek status sosial penggunanya. Perkembangan teknologi yang menghasilkan penemuan material baru untuk bahan sepatu juga sudah mulai memberikan kontribusi terhadap model flat.
Tetapi sampai akhir abad 15, bahan yang digunakan untuk sepatu flat di berbagai bangsa di dunia masih tetap didominasi oleh kulit hewan. Meskipun demikian, kulit tersebut berasal dari hewan yang berbeda-beda dan juga melalui proses pengolahan yang berbeda sesuai dengan tingkat kemajuan teknologi masing-masing bangsa.
Sejarah Flat Shoes
Chopine yang dipulerkan oleh Catherine de Medici pada tahun 1533 mematahkan dominasi sepatu flat.
Batasan periode sejarah flat shoes sampai pada abad 15, karena pada tahun 1533 Catherine de Medici meninggikan tumit sepatu agar tampil lebih cantik dalam upacara pernikahannya dengan Henri Duke of Orleans. Pasalnya, dalam ukuran wanita Eropa, tubuh Catherine terbilang kecil dan pendek. Tetapi sebagai tokoh yang menjadi panutan kaum wanita bangsawan, sepatu hak tinggi Catherine de Medici yang kemudian terkenal dengan nama Chopine tersebut langsung menjadi trend yang diikuti kalangan kerajaan dan keluarga bangsawan Perancis.
Kemudian trend itu meluas ke negara-negara sekitarnya terutama di kalangan  kerajaan dan bangsawan. Kehadiran sepatu berhak tinggi ini mendapat respon bukan semata-mata aspek fashionnya, lebih dari itu adalah secara visual bisa dengan jelas menunjukkan status sosial penggunanya. Bersamaan dengan itu popularitas sepatu flat juga menurun. Sejak awal kehadirannya bersamaan dengan kebutuhan manusia terhadap alas kaki, untuk pertama kalinya di abad 15 sepatu flat tersisihkan.
Periode III.  Abad 18 – 2015
Awal abad 18 yang ditandai dengan timbulnya revolusi Perancis tahun 1789 adalah momentum kembalinya sepatu flat. Popularitas sepatu hak tinggi selama kurun waktu abad 17 dan 18 yang sebelumnya dianggap menjadi identitas dan ukuran bagi kalangan kerajaan dan kaum bangsawan, pada awal revolusi Perancis itu justru dianggap sebagai lambang aristokrasi dan penindasan dari kaum bangsawan.
Sejarah Flat Shoes
Kembalinya kejayaan sepatu flat bersamaan dengan saat Marie Antoinette melangkah ke panggung guillotine pada tahun  1793.
Sampai klimaksnya pada tahun 1793, Marie Antoinette melangkah ke panggung guillotine dengan masih mengenakan sepatu hak tinggi, momentum itu secara simbolis dianggap sebagai berakhirnya dominasi sepatu hak tinggi. Sepatu flat pun kembali populer, tetapi masih tetap sebagai flat dengan definisi awalnya, yakni tanpa hak sama sekali.
Menjelang abad 20 di saat teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat, dunia fashion juga mengalami perkembangan yang sama cepatnya. Sepatu flat tidak lagi bisa dominan seperti sebelum abad 15, kini flat tidak hadir sendirian. Pada awal abad 19 flat shoes harus berhadapan dengan kompetitor kelas berat : Stiletto. Belum sampai setengah abad, tepatnya pada tahun 1936 disusul oleh kehadiran Wedges yang dipopulerkan olehSalvatore Ferragamo.
Menjelang dimasukinya abad 21 sepatu flat tidak hanya ketinggalan oleh para kompetitornya, dibandingkan dengan berbagai submodel dan style high heels, sepatu flat tetapi bahkan dianggap tidak modis. Satu-satunya kelebihan flat dibandingkan dengan para kompetitor adalah kenyamanan dan keamanan yang bisa diberikan kepada penggunanya.
Sementara itu dunia medis juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, antara lain ditandai dengan semakin banyaknya dilakukan penelitian mengenai pengaruh berbagai produk terhadap kesehatan manusia. Salah satu penelitian dilakukan pada sepatu flat, ternyata dari beberapa penelitian memberikan kesimpulan bahwa ternyata pemakaian sepatu flat yang tidak memiliki hak sama sekali dalam jangka waktu yang lama juga bisa membahayakan kesehatan, meski tidak seekstrim high heels.
Hasil penelitian itu bisa diartikan menyudutkan keberadaan flat yang sudah terpuruk. Atau sebaliknya, menjadi titik balik kebangkitan flat shoes dengan lebih dulu mengubah definisi flat sebagai sepatu hak rendah. Memiliki hak dengan ketinggian wajar sehingga bisa mendistribusikan berat badan pemakainya secara merata ke seluruh permukaan telapak kaki bisa menjadi keunggulan flat shoes.
Definisi tersebut tidak akan mengundang polemik, terutama jika membandingkan flat versi baru tersebut dengan Kitten heels. Secara visual perbedaan itu akan nampak sangat tajam, karena Kitten heels umumnya dirancang dengan ketinggian mendekati batas maksimalnya sebagai low heels, yaitu setinggi 2 inci atau sekitar 6,35 Cm. Selain itu bentuk heels milik Kitten lebih mirip dengan Cone high heels yang ditekan atau dimampatkan. Sementara penambahan ukuran tinggi di bagian tumit sepatu flat, nyaris tidak kelihatan dan mengikuti bentuk seat heels.
Periode IV.  2015 – seterusnya :
Era Flat dengan definisi baru, yakni “sepatu hak datar yang tidak datar” atau “sepatu tanpa hak dengan hak rendah” adalah sepatu flat yang lebih sempurna. Dari aspek kesehatan jelas memiliki keunggulan dibandingkan dengan high heels. Justru dengan definisinya yang baru, kini flat juga memiliki kelebihan baru. Jika  semula hanya memberikan kenyamanan dan keamanan, kini ditambah dengan kesehatan.
Sedangkan mengenai desainnya, dalam fashion show yang biasa digelar menjelang akhir tahun di beberapa kota yang menjadi tolok ukur fashion dunia seperti New York, London, Paris dan Milan khususnya dalam tiga tahun terakhir, sepatu flat ditampilkan dengan design yang semakin elegan dan revolusioner di antara beragam jenis dan model sepatu yang diperagakan para model kelas dunia. Meskipun belum seluruhnya tampil sesuai dengan definisi yang barunya. Pelahan-lahan tetapi pasti, Kenyamanan – Kenyamanan – Kesehatan akan menjadi prinsip flat shoes untuk berhadapan sejajar dengan para kompetitornya dan menghantarkannya menjadi sepatu wanita masa depan
Jika Anda Ingin Membeli Sepatu Flat Shoes, Silahkan Langsung Ke Toko Online Kami, BETA SEPATU.

Sejarah Sepatu High Heels

20.57 Add Comment

Sepatu high heels atau sepatu hak tinggi ternyata dulu kala merupakan sepatu untuk kaum pria, bukan untuk sepatu untuk wanita. tentunya model gaya jaman dulu berbeda dengan gaya model jaman sekarang begitu juga dengan sepatu hak tinggi jaman dulu berbeda atau tidak memiliki model yang sama dengan sepatu hak tinggi dengan yang sekarang, sepatu hak tinggi jaman dulu dirancang untuk memiliki kegunaan yang praktis.
Pada jaman dulu awalnya sepatu hak tinggi di gunakan oleh tentara pasukan penunggang kuda Persia, seperti yang di ungkapkan oleh Elizabeth Semmelhack, dari Museum Sepatu Bata, Toronto, Kanada, “karena Saat tentara berdiri di sanggurdi atau pijakan menunggang kuda, alas kaki itu (sepatu berhak) membantunya mengamankan posisi, sehingga ia bisa memanah dengan lebih efektif.
Pada akhir abad ke-16, Raja Persia, Syah Abbas memiliki pasukan kavaleri terbesar di dunia kemudian mengirimkan misi diplomatik ke Eropa, ke Rusia, Jerman, dan Spanyol. Ia tertarik untuk menjalin hubungan dengan penguasa di Eropa Barat. Untuk membantunya mengalahkan musuh besar mereka: Kekaisaran Ottoman
Dan sejak itulah para aristokrat latah yang saat itu merasa, sepasang sepatu berhak bisa meningkatkan penampilan mereka Lebih maskulin dan jantan. Ketika sepatu behak tinggi di gunakan oleh kalangan bawah, Maka para bangsawan mempertinggi hak sepatu mereka yang merupakan cikal bakal heigh heels.
Sepatu hak tinggi Juga di gunakan Raja Prancis Louis XIV, Louis XIV gemar memakai sepatu berhak tinggi bewarna merah, Sejak itu juga tren sepatu hak tinggi di gunakan pria tambah luas di wilayah eropa, hal tersebut terbukti ketika penobatan Charles II of England pada 1661 menggambarkannya menggunakan sepasang sepatu merah berhak tinggi, bergaya Prancis.
Namun sejak tahun 1740 an pria yang menggunakan sepatu hak tinggi mulai di pandang konyol dan para pria sudah mulai tidak memakai sepatu hak tinggi lagi.
Siapa yang tidak kenal dengan sepatu High Heels?Pasti diantara Anda para wanita pasti ada yang suka memakainya agar terlihat lebih tinggi, memperidah bentuk betis dan penampilan Anda. Tapi taukan Anda dengan perkembangan High Heels dari zaman dahulju sampai saat ini?
Mesir, sepatu hak tinggi digunakan oleh para tukang jagal hewan. Mereka menggunakannya agar kaki mereka tak kotor terkena darah dan kotoran lain sisa jagalnya.
Dikenal dengan nama chopines, Heels yang menjadi tren di negara Turki, Italia dan Spanyol ini memiliki tinggi 5-36 inci, semakin tinggi Heel s yang di apakai semakin tinggi pula status sosialnya di masyarakat.
Di akhir abad ini, seorang putri bangsawan bernama Catherine de Medici yang baru menginjak usia 14 tahun ingin terlihat lebih tinggi dan anggun saat dijodohkan dengan penguasa tanah of Orleans (yang pada akhirnya menjadi raja Prancis). Karena itulah ia menggunakan sepatu dengan Heels setinggi 5cm. Catherine pun tampil mempesona dan menjadi pusat perhatian para tamu di pesta pernikahan tersebut. Semenjak itulah, sepatu high heels menjadi semakin populer dan konon kabarnya, inilah saatnya dimana sepatu high heels dianggap lahir ke dunia fashion.
Raja Louis XIV menggunakan sepatu bertumit tinggi berwarna, raja yang bernama asli Regina George dan termasuk salah satu raja yang memandang orang lain lebih rendah daripada dirinya. Dalam kepemimpinannya, hanya orang-orang yang memiliki kekuasaan, anak buahnya, dan orang yang duduk di kursi monarki saja yang diijinkan memakai sepatu hak ini. Sepatu ini dilambangkan sebagai simbol kekuasaan dan kekayaan.
Di tahun-tahun ini Heels meredup karena larangan Napoleon dan eksekusi mati Maria Antoinette yang bersikukuh memakai sepatu dengan Heels. Tapi tidak ada yang tau pasti mengapa Napoleon melarang pemakaian Heels ini.
SEPATU HAK TINGGI BERAWAL DARI PELINDUNG LUMPUR

Seiring perkembangan mesin, desain dan teknik pembuatannya, sepatu High Heels kembali menggeliat. Era heels modern dimulai oleh Roger Vivier yang bekerja untuk Christian Dior yang mendesain heels stilleto tinggi di pertengahan tahun 1950-an. Pada periode ini chopines kembali populer. Bagaimana tidak, sepatu hak tinggi yang digunakan supermodel saat ini justru membawa celaka. Stiletto tinggi dan tipis, platform tebal namun tidak utuh memang terlihat unik dan mengesankan. Sepatu hak tinggi kini nyaris tak pernah absen menghiasi kaki selebriti wanita Hollywood, lokal maupun masyarakat biasa. Kebutuhan akan tampil gaya dan penunjang kepercayaan diri, membuat high heels tetap di gandrungi hingga saat ini.
Penampilan merupakan hal utama bagi sebagian perempuan. Tak sedikit yang berpikir, penampilan akan menentukan daya tarik seseorang. Terlebih untuk kaum perempuan yang memperhatikan penampilan dari ujung rambut hingga ujung kaki, termasuk aksesoris yang digunakan. Salah satunya penunjang penampilan sepatu berhak tinggi atau yang lebih dikenal dengan nama high heels. Siapa sangka sepatu penunjang penamplan itu berawal sebagai pelindung lumpur.
Menurut sejarah, sepatu dengan hak tinggi itu sudah dibuat pada abad IV SM di Turki yang dikenal dengan sebutan chopine yang beralas datar. Penggunaan chopine ini tergantung keperluan, semakin tebal lumpur dijalan maka semakin tinggi sol sepatu yang dipergunakan.
Sekitar tahun 1600, Chopine di Venesia mengalami perkembangan dengan meninggalkan bentuk yang kaku. Rendah dibagian depan dan tinggi dibagian tumit. Meski mulai bergeser menjadi sedikit berbau fashion tetapi masih bertujuan untuk melindungi ujung pakaian mereka dari air yang tergenang di jalan.
Seiring berjalannya waktu, high heels mengalami modifikasi yang cenderung bergeser mengarah kepada fashion. Seperti perkembangan pada tahun 1950-an dikenal dengan model Stiletto yang memiliki ukuran hak 10 cm (4 Inch) dengan ujung hak yang kecil.
Silih berganti model dari kotak (blok)pada tahun 1970-an hingga akhir tahun 1980-an, pada tahun 1990-an dengan model runcing (tappered) lantas kembali muncul model yang lebih tipis seperti belati (Stiletto) pada tahun 2000-an hingga sekarang.
Pemikiran tentang high heels pun terus berubah. Perempuan yang menggunakan high heels cenderung dianggap anggun. Bahkan semakin tinggi high heels maka semakin anggun perempuan yang menggunakannya. Ada juga yang mengatakan menggunakan high heels akan meningkatkan gairah seksual bagi perempuan.
Seperti yang dikemukakan ahli urologi eropa, DR. Maria Cerruto, dia mengatakan studi yang dilakukan terhadap 66 orang. Dia menemukan 50 orang yang tumit pada kakinya berada 15 derajat dari tanah atau sekitar 2 inci akan mempengaruhi otot pelviks.
Otot pelviks merupakan komponen penting bagi tubuh wanita karena akan berpengaruh terhadap kemampuan seksual dan kepuasan ketika berhubungan intim. Jika terjadi masalah pada otot pelviks maka dianjurkan menggunakan high heels. Tidak salah jika kemudian muncul anggapan pemikiran tentang kemampuan high heel menciptakan keanggunan serta meningkatkan kemampuan seksual.
Terdapat pula efek negatif dari pemakaian high heels seperti yang dikutip dari situs BBC. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar wanita yang menggunakan high heels akan berisiko cedera peradangan sendi terutama pada sendi lutut dan panggul (Ostehoeatrithis), terlebih apabila high heels digunakan pada saat berdansa.
Sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal epidemilogi dan komunitas kesehatan, Oxford Brokes University menyatakan, 2% dari dari populasi yang berusia diatas 55 tahun akan terkena penyakit kepala parah yang diakibatkan cedera sendi lutut dan panggul. Kondisi akan lebih parah jika berusia diatas 65 tahun.
Namun demikian, pro kontra apakah hig heels berbahaya bagi kesehatan atau tidak semua tergantung pada si pemakai. Namun, akan lebih bijak jika memperhatikan kecermatan pada pemakaian high heels. Tidak tepat juga jika Anda selalu menggunakannya dalam setiap kesempatan. Tampil modis penting, namun jangan lupa dengan kesehatan.

Jika anda Ingin Belanja Sepatu High Heels Yang Kualitasnya Terbaik dan Harga Terjangkau, Serta GRATIS PENGIRIMAN Silahkan Langsu Menuju BETA SEPATU